www.sbobet.com

Derby Merseyside : Rivalitas Sengit di Dalam Lapangan, Bersatu di Luar Lapangan

Derby Merseyside : Rivalitas Sengit di Dalam Lapangan, Bersatu di Luar Lapangan
Derby Merseyside : Rivalitas Sengit di Dalam Lapangan, Bersatu di Luar Lapangan, –  Adakah pertandingan derby yang lebih besar di Inggris dibandingkan Derby Merseyside ? tentunya ini pertanyaan yang mengundang silang pendapat dan tanpa diragukan lagi akan menimbulkan debat panas terutama bagi pendukung klub-klub lainnya seperti Manchester atau London. Lantas bagaimana bisa dianggap derby Merseyside ini menjadi yang terbesar di Inggris ?

Pertanyaan tersebut cukup simpel untuk dijawab, karena derby Merseyside ini merupakan derby tertua di Inggris, memainkan laga lebih banyak dibandingkan derby-derby lainnya di liga Inggris. Bahkan derby ini pun yang terpanas di Inggris. Tercatat derby Merseyside merupakan derby dengan jumlah kartu kuning dan merah terbanyak bila dibandingkan dengan derby-derby lainnya di Inggris.

Tak jarang memang di kota Liverpool ini satu keluarga justru memiliki anggota keluarga yang memiliki perbedaan pada tim yang di dukungnya oleh sebab itu pulalah terkadang disebut sebagai “Friendly Derby”. Namun dilapangan ? itu menjadi hal yang berbeda, pendukung boleh saja dari pihak keluarga, namun diatas lapangan tetap berjalan panas.

Jadi darimana kita memulainya ? Adalah Everton yang sebenarnya lebih dulu berdiri dibandingkan saudara mudanya, Liverpool. Ironisnya justru Liverpool yang memperoleh kesuksesan dengan menggunakan nama kota mereka.

Everton berdiri di tahun 1878 sebagai St.Domingo FC, dimasa-masa awal mereka memainkan laganya di Stanley Park sebelum akhirnya memutuskan untuk pindah ke Anfield. Ya Anfield markas keramat dari Liverpool FC kini. Anfield sempat digunakan oleh saudara tuanya tersebut dimasa-masa mereka belum berdiri.

Everton justru bermain lebih dulu dengan tergabung di Football League di tahun 1888, dan Anfield bahkan sempat menjadi rumah bertuah untuk mereka karena berhasil memenangkan gelar liga pertamanya ditahun 1891. Dua belas bulan kemudian setelahnya, klub Liverpool lainnya kemudian berdiri, Liverpool Football Club.

Dan yang lebih mengejutkan lagi kelahiran dari Liverpool FC,  justru terjadi berkat hubungan tidak langsung dengan Everton. Masalah yang timbul dari Everton dengan pemilik Anfield menyoal harga uang sewa menjadi akar penyebab hengkangnya Everton FC dari Anfield.

“The prolonged dispute between the Everton Football Club, Liverpool, and Mr Houlding, owner of the club’s ground, has been settled at a conference held at the Football Association, London, on Monday, between representatives of the club and of the opposition company. The Chancery action to determine the right to the stands is withdrawn, each side paying their own costs. The club receives £250 for the stands. The new company became affiliated to the association under the title of the Liverpool Football Club.” 

John Houlding sang empunya Anfield akhirnya membuat keputusan berani dengan membuat klub tandingan yang akan bermain di Anfield dengan nama Everton Athletic, yang hanya mendapatkan penolakan dari Football League dengan alasan tidak diperbolehkan menggunakan nama Everton karena telah ada tim dan klub yang menggunakan sebelumnya. Everton Athletic akhirnya berubah nama menjadi Liverpool FC yang secara resmi berdiri pada 3 Juni 1892.

Pihak Everton sendiri, akhirnya memilih Goodison Park sebagai stadion kandang baru mereka, sebuah kompleks tanah kosong yang hanya berjarak beberapa blok saja dari Stanley Park. Dari sini lah perbedaan dan permusuhan tersebut berlangsung semakin panas dan sengit.

Everton di masa itu merupakan salah satu klub terbaik di Inggris sementara Liverpool yang baru lahir harus memulai kompetisi dari liga terbawah. Namun Liverpool FC menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, mereka cepat meraih promosi ke divisi dua dan akhirnya divisi satu,  dimana saudara tuanya Everton telah menanti sebagai penguasa.

Hasil derby pertama antara kedua tim ini ? Berakhir dengan kedudukan 3 – 0 untuk keunggulan Everton dalam pertandingan yang berlangsung di Goodison Park tahun 1894. Liverpool baru mampu meraih kemenangan pertama atas Everton pada tahun 1897 dengan skor 3 – 1, sementara raihan gelar baru mampu diraih Liverpool pada tahun 1901 dan 1906.

Everton disisi lain walau paceklik gelar namun tetap mampu membukukan catatan impresif di pertandingan derby dengan rekor 23 menang, 10 kalah dan 11 kali draw. Sebelum akhirnya perang dunia Pertama menghentikan kompetisi football league ( saat Everton kembali menjadi penguasa football league )

Setelah perang, derby yang pertama antara kedua tim ini berlangsung di Goodison Park disaksikan oleh kurang lebih 30.000 pasang mata. Suatu jumlah penonton yang banyak di era itu, mengingat kedua tim adalah yang terbaik di football league.

Dekade 1920 – an tersebut memang merupakan masa-masa keemasan bagi dua klub asal Merseyside tersebut. Liverpool FC meraih gelar liga pada tahun 1922 dan 1923, Everton pun mengikuti dengan meraih gelar pada tahun 1928 dengan bintangnya, Dixie Dean.

Dean mencetak total 60 gol semusim dan membawa Everton meraih gelar ketiganya di liga. Bersama Dean, Everton sekali lagi berhasil mendominasi derby dan football league. Sementara Liverpool hanya mampu meraih kemenangan dua kali saja diantara tahun 1926-1933. Di pertandingan derby, Dixie berhasil menggelontorkan 14 gol ke gawang the reds Liverpool selama periode tersebut.

Mungkin yang menjadi catatan paling menarik dari derby di era tersebut adalah tahun 1933 ketika Liverpool berhasil mengalahkan Everton untuk menghentikan rentetan kekalahan mereka atas saudara sekotanya tersebut. Kala itu Liverpool menang dengan skor cukup telak 7 – 4 dalam laga yang berlangsung di Anfield. Dean sendiri walau menelan kekalahan bersama Everton namun masih sanggup untuk menciptakan sepasang gol.

“THE MERSEYSIDE ‘DERBY’

Fast, exciting football thrilled 50,000 spectators Goodison Park, Everton were more accurate in their work, but Liverpool defended finely, and after having a goal disallowed, GUNSON gave them the lead in 22 minutes, following a mistake Williams. Everton’s weakness was the entire lack of shooting power. Scott, clebrating his 400 th League appearance, had no direct shots to deal with. Liverpool appeared the more dangerous, SAGAR saving magnificently on three occasions. CRITCHLEY, however, gained a brilliant equaliser in 60 minutes, after which Everton dominated the play. DEAN scored twice within minute in brilliant combined football.”

Dengan di tonton kurang lebih 50.000 penonton di pertandingan itu jelas menggambarkan bahwa pertandingan derby kedua tim ini bukan lagi menjadi sekedar pertandingan sepakbola biasa. Bahkan oleh harian olahraga Inggris kala itu pertandingan kedua tim Merseyside ini digambarkan sebagai yang terpanas, menegangkan dan selalu ditunggu oleh khalayak dalam 30 tahun terakhir.

Menyusul usainya perang dunia ke II ( 1939-1945 ) pertandingan derby memasuki masa yang tidak menentu. Liverpool memenangkan gelar liga pada tahun 1946/1947 yang di ikuti oleh terdegradasinya Everton pada tahun 1951. Everton bermain di divisi II hingga tahun 1954.

Kejadian unik terjadi disini, dimana Everton yang berhasil promosi justru di ikuti dengan terdegradasinya Merseyside merah ke divisi II. Sehingga pertandingan derby kedua tim ini nyaris tidak pernah terjadi. Faktanya memang dari periode 1951 – 1962 tidak ada pertandingan derby Merseyside yang berlangsung untuk kategori liga.

Hanya sekali dalam periode tersebut pertandingan derby ini terjadi yaitu pada kejuaraan Piala FA tahun 1955, kala itu Liverpool berhasil mengalahkan Everton di Goodison Park dengan skor 4 – 0. Everton bertahan di divisi tertinggi liga Inggris kala itu, sementara Liverpool memasuki masa kelam berkubang di divisi 2 dan divisi 3.

Liverpool FC baru berhasil kembali berada di divisi I pada tahun 1962 ( setelah itu tak pernah lagi mengalami degradasi hingga kini ) dengan manajer barunya yang kelak menjadi manajer legendaris mereka, Bill Shankly.

“A question is to be asked in Parliament next Thursday about the incident at Goodison Park, Liverpool, last Sunday, when a two-miles-long queue of people wanting tickets for today’s F.A. Cup semi-final (Liverpool Everton) broke up, and many rushed towards the turnstiles.”

Walaupun ditahun-tahun awal berada di kompetisi tertinggi Inggris bersama Shankly, Liverpool memperoleh hasil yang campur aduk, namun dibawah kepemimpinannya Liverpool berhasil tampil mendominasi dalam pertandingan derby atas Everton. Liverpool berhasil menjaga rekor kemenangannya atas rival sekotanya tersebut dengan rekor ( L – D – E ) 55 – 45 – 27.

Pada tahun 1966 ketika kedua tim ini bertemu di pertandingan Charity Shield yang berlangsung di Goodison Park, kedua tim memparadekan gelar juara yang diraih oleh masing-masing kesebelasan yang di akhiri dengan mempertontonkan gelar juara piala dunia yang baru diraih oleh Inggris.

Pemain yang turut serta meraih gelar piala dunia dari kedua kubu Roger Hunt dan Ray Wilson, bersama-sama mengitari stadion yang dipenuhi oleh 63,329 penonton tersebut sambil membawa trophy Jules Rimet. Hasil akhir dari pertandingan ini ? 1 – 0 untuk kemenangan Liverpool

“How delightfully fortunate are we football fans of this city, three league titles and the cup twice all in the space of four seasons! That is not all, for what about the triumph of the World Cup? We hasten to congratulate our lads on their glorious success as today we pay a special tribute to our own Ray Wilson, and Liverpool’s Roger Hunt and Ian Callaghan who played such important roles in once again making England the kingpins of the game.”

Dekade 1970-an tak dipungkiri lagi menjadi eranya Liverpool, selain memperoleh gelar domestik pada tahun 1977, untuk kali pertama mereka menjadi yang terbaik di Eropa dengan meraih titel European Champions ( kini liga Champions ). Di pertandingan derby Merseyside pun menjadi satu arah saja, dengan Everton hanya mampu meraih tiga kali kemenangan di era ini. Sementara Liverpool ? berjaya meraih 10 kemenangan.

Era 1970-an mungkin menjadi era terbaik Liverpool dalam derby Merseyside. Namun di era 1980-an merupakan masa terbaik bagi Merseyside merah sepanjang sejarahnya. Liverpool merajai kompetisi domestik bahkan Eropa. Liverpool berhasil meraih gelar terbanyak selama dekade itu, suatu pencapaian yang tidak mudah di ulangi kembali di masa-masa kedepannya.

”I played my first Merseyside Derby that November at Anfield. I still have a nice souvenir from that game on my shin, a scar from the five stitches I needed after Eamonn O’Keefe chopped me in a tackle. It was a sort of right of passage, your first Merseyside Derby. I had no idea how big it was or how much it meant to the city. Everywhere you went people wanted to talk about it. They left you in no doubt that you had to win it. You just could no escape the pressure or the excitement. Nothing prepared me for that.” Ronnie Whelan

Liverpool, Villa, Liverpool, Liverpool, Liverpool, Everton, Liverpool, Everton, Liverpool, Arsenal. Begitulah daftar urutan peraih gelar liga domestik pada dekade 80-an. Pusat sepakbola Inggris saat itu seolah berada di Merseyside dengan Liverpool 6 kali meraih gelar juara dan Everton 2 kali.

Dibawah kendali dari Howard Kendall, Everton berhasil membuat kejutan dengan memenangkan gelar liga Inggris tahun 1985, gelarnya yang pertama dalam 55 tahun terakhir, menghentikan rentetan hat-trick gelar milik Liverpool FC. Pertandingan yang patut dicatat di sini adalah ketika pertandingan berlangsung di Anfield, gol dari Graeme Sharp membawa kemenangan untuk Everton yang membuat publik Anfield terdiam.

Pada masa itu di liga, kedua tim ini memang merajai liga Inggris di klasemen, jika Liverpool ke 2 maka Everton 1 atau sebaliknya. Namun bukan hanya di liga, di kompetisi piala mereka pun demikian, saling bersaing ketat. Tahun 1986 dan 1989 menjadi pertunjukan betapa mendominasinya tim asal Merseyside ini di tanah Inggris setelah keduanya mampu berada di babak final Piala FA.

Pada pertemuan pertama, pertandingan berjalan satu arah dan didominasi oleh Liverpool, yang meraih kemenangan di tahun 1986, sepasang gol dari Ian Rush membawa Liverpool meraih kemenangan dengan skor 3 – 1.

Pertandingan final yang berlangsung di Wembley tersebut menyisakan cerita tersendiri dan menimbulkan kesan cukup mendalam bagi Kevin Sheedy ( mantan pemain Everton ). Dia melukiskan pemandangan perjalanan kedua suporter dari Liverpool ke London sebagai sebuah hal yang menakjubkan dalam partai derby.

“I remember on our way down to Wembley seeing cars with blue scarves hanging out of one window and red ones out of the other. There was a lot more friendly rivalry between the two teams and it was a ‘friendly final’, so to speak.”

Jika dalam final yang berlangsung di tahun 1986 dikenang sebagai final friendly antara kedua tim dan suporternya, maka final tahun 1989 berada di level yang lebih tinggi lagi. Kedua tim ini seolah menghilangkan batas-batas perbedaan mereka dan bersatu dalam persatuan.

Tragedi Hillsborough yang terjadi di semifinal Piala FA mengejutkan Inggris dan seluruh dunia. 96 orang suporter Liverpool FC tewas meregang nyawa akibat ulah para petugas keamanan yang tidak kompeten.

Media-media yang ada saat itu justru mengompori yang menambah panas suasana demi mengejar oplah penjualan dengan mengeluarkan berita tidak berdasar. Mereka menyalahkan fans dan suporter Liverpool FC atas terjadinya kejadian tersebut yang menyulut gelombang kemarahan, bukan hanya dari pendukung Liverpool namun juga dari Everton.

Kemarahan dan kegusaran itu kemudian menghadirkan sebuah gerakan boikot terhadap media“The Sun” yang masih berefek hingga hari ini lewat slogan-slogan terkenal seperti ” Don’t buy the Sun”. Sebuah gerakan solidaritas dan menyuarakan untuk tidak membeli koran dan harian tersebut.

Liverpool sendiri berhasil melaju ke final untuk bertemu Everton.Dalam pertandingan yang berlangsung hingga babak pertambahan waktu tersebut, Liverpool  berhasil meraih kemenangan dengan skor 3 – 2. Kemenangan itu memiliki makna lebih dari sekedar pertandingan 120 menit dan memenangkan Piala FA. Namun dari sana tergambar betapa kota Liverpool, walaupun memiliki dua klub dan memiliki rivalitas tinggi diatas lapangan namun memiliki sisi persatuan.

Bahkan sisi kebersamaan kedua tim ini juga dapat kita lihat tetap terpelihara hingga saat ini, contohnya adalah pada bulan Agustus 2007. Seluruh penonton yang memadati Anfield tampak serempak memberikan penghormatan dan respek mereka.

Anfield untuk pertama kalinya memutar lagu kebesaran Everton  “Theme From Z Cars” untuk menghargai seorang fans Everton yang ditemukan tewas terbunuh, Rhys Jones. Sekali lagi masyarakat kota Liverpool bersatu dalam kebersamaan menembus batas-batas rivalitas.

Walau begitu bukan berarti pertandingan derby diantara kedua kesebelasan ini tidak sepanas derby-derby lainnya di dunia. Bahkan menurut statistik, tidak ada pertandingan derby di Inggris yang memiliki catatan kartu kuning dan merah yang lebih banyak di bandingkan Merseyside derby. Sejak tahun 1992 hingga 2015 atau di era premier league saja, Total sudah mengeluarkan 20 kartu merah

Skor-skor besar pun acap sekali terjadi, hasil draw hanya bisa dihitung dengan jari. Pertandingan yang patut mendapat catatan adalah tahun 2001 di Goodison Park, kala itu gol Gary Mc’Allister di penghujung laga menit ke 94 menghancurkan hati pendukung Everton dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 3 – 2.

Everton membalas 3 tahun kemudian lewat kemenangan tipis 1 – 0 yang membawa mereka untuk pertama kalinya mampu berada di atas peringkat Liverpool sejak tahun 1987. Liverpool secara umum masih tetap lebih unggul atas Everton.

Mereka meraih double kemenangan sebanyak lima kali bahkan treble kemenangan ditahun 2012, setelah kedua tim bertemu untuk yang ketiga kalinya dalam semusim di final Piala FA yang berlangsung di  Wembley. Liverpool meraih kemenangan atas Everton dengan skor 2 – 1 dalam pertandingan yang ditonton oleh lebih dari 90.000 orang.

Di tahun yang sama, kedua fans dan suporter klub bergabung bersama untuk membuat sebuah lagu yang dikhususkan untuk keluarga korban yang tergabung dalam Hillsborough Charity berjudul “He Aint Heavy; He’s My Brother”. 

Derby Merseyside memang derby yang unik dan tidak akan dapat ditemukan diberbagai daerah lain di dunia, derby ini bukan hanya sebuah laga sepakbola yang mampu memisahkan keluarga dan membelah kota menjadi dua kubu namun disisi lain juga mempunyai sisi persaudaraan dan persatuan yang sangat kental.

Tentu saja di atas lapangan suasana pertandingan akan sengit dan memiliki tensi tinggi, mengingat sejarah panjang derby ini sendiri. Namun dikalangan suporter sangat jarang terdengar kedua suporter dari kedua tim ini saling serang saling menghujat apalagi sampai menimbukan kerusuhan seperti laga-laga derby sepakbola di kota lain di Eropa.

Memang agaknya tidak salah memberikan nama ” Friendly Derby ” untuk kedua tim ini. Derby unik dan sangat langka yang hanya dapat kita temukan di kota Liverpool. Derby Liverpool sendiri akan memasuki edisi 227, dimusim depan. Kita harus menunggu semusim kedepan untuk dapat melihat kembali sengitnya laga derby Merseyside ini setelah derby di musim 2015/2016 ini berakhir.

Mari kita menunggu bersama-sama bagaimana derby kedua tim ini akan berlangsung di musim depan.

Sumber : 

  • Sunderland Daily Echo – 27 April, 1892
  • Edinburgh Evening News, Saturday 01 October 1932
  • Everton Match Day Programme, ‘Everton vs Liverpool’, 01 October 1938, (796 EFC/6/53/16)
  • Gloucestershire Echo – Saturday 25 March 1950
  • Everton Match Day Programme, ‘Everton vs Liverpool’, 13 August, 1966 (796 EFC/6/81/1)
  • Ronnie Whelan, Walk On: My Life in Red, (London: Simon and Schuster, 2011)
  • Kevin Sheedy, BBC Sport, 2009
  • Dan terutama adalah thefootballhistoryboys
Silakan daftar untuk memasang taruhan bola Liga Inggris, Dengan anda bergabung bersama Indoklik88 yang merupakan agen resmi SBOBET di Indonesia. Maka anda akan mendapatkan akun ID secara gratis serta mendapatkan bonus dari game yang pertama kali anda mainkan.

ID Akun resmi ini sudah support dengan bank lokal seperti BCA, BNI, BRI, atau Mandiri sehingga dengan minimal deposit Rp 50.000,- dan minimal taruhan adalah Rp. 25.000, anda sudah dapat bermain - Jadi, Langsung saja anda melakukan registrasi akun SBOBET, Maxbet, atau 368bet di bawah ini!

Silahkan hubungi Customer service jika ada pertanyaan atau panduan teksnis lainnya
SMS : +855-77976536
BBM : 2B42F147
WhatsApp : +855-77976536
ID Wechat: indoklik88
ID line: indoklik88

About

SPBO Handicap Asian Betting daftar cf88id daftar s1288 agen judi tembak ikan game judi tembak ikan daftar maxbet poker online uang asli Cara Daftar SBOBET Casino 338a link maxbet link sbobet cara buat akun sbobet daftar spade77 cara daftar ion777 cara register id akun maxbet sbobet mobile login ion casino daftar maxbet cara registrasi id sbobet daftar pokerplace88 domino online daftar game tembak ikan android s128 sabung ayam online s128 cara download poker android Daftar IDN Bola Sports Daftar IDN Sports Bola Daftar Akun IDN Play Terbaru Daftar IDN Sbobet Sports http://www.judiclassicgames.com/ http://www.login-sbobet.net/ http://www.daftarclassicgamesbobet.com/ http://www.taruhansbobet.org/ http://www.sabungayams128.org/ http://www.daftarslotsbobet.com/ http://www.daftarsupersixsbobet.com/ http://www.slotjoker123.com/ http://www.slotsioncasino.com http://www.adu-banteng.com/ http://www.adu-kerbau.com/ http://www.balapanjings128.com/ http://www.1628club.net/ http://www.play1628club.com/ http://www.balapkudas128.com/ Agen IDN Fantan Indonesia http://www.play1628games.com/ http://www.play-168.com/